Cara Tepat Menggunakan Cleansing Balm

Dari gel dan busa hingga lulur dan minyak, ada begitu banyak cara berbeda untuk mencuci muka, tetapi ada banyak alasan mengapa Anda sebaiknya memilih untuk menggunakan cleansing balm daripada jenis pembersih lainnya. Jika kulit Anda terasa kering atau terlihat kusam, memakai riasan setiap hari, atau sekadar rutinitas perawatan kulit, maka cleansing balm adalah pilihan yang tepat untuk Anda.

Cleansing balm menggunakan minyak dan emolien untuk membersihkan riasan, kotoran, SPF, minyak berlebih, keringat, minyak berlebih yang mungkin masih menempel pada kulit Anda setelah seharian beraktifitas. Cleansing balm bagus untuk jenis kulit kering karena sangat efektif menarik minyak dan membantu menghilangkan kelebihannya sebum yang ada pada wajah Anda.

Cleansing balm bantu bersihkan kotoran wajah seperti keringat, minyak, dan debu

Cleansing balm umumnya memiliki bentuk padat seperti mentega dan jika sudah dilelehkan dengan air hangat akan berubah menjadi minyak dan dapat langsung dioleskan di atas kulit. Cleansing balm akan berubah menjadi bentuk cairan seperti susu setelah Anda menambahkan air.

Cleansing balm sangat bagus untuk menghilangkan riasan tebal (bahkan formula tahan air) atau menghancurkan SPF yang dioleskan secara tebal yang sulit diubah. Tidak seperti pembersih berbasis surfaktan (yang berbusa), Cleansing balm tidak akan menyebabkan iritasi ataupun membuat kulit mengering, merusak penghalang kelembapannya, serta mengganggu pH-nya.

Hal ini disebabkan karena, cleansing balm dikemas dengan minyak, yang mampu membuat kulit terasa lebih lembut dan halus. Selain itu, cleansing balm tidak seperti minyak pembersih yang teksturnya cenderung encer. Cleansing balm tidak mudah encer, jatuh dan berantakan, sehingga produk tidak terbuang sia-sia.

Cara menggunakan cleansing balm

  1. Aplikasikan dengan tangan yang bersih dan kering, ambil sedikit cleansing balm dan hangatkan di antara jari-jari Anda.
  2. Setelah Anda merasakannya mulai meleleh, oleskan ke wajah yang kering, dan mulailah memijat lembut dengan gerakan memutar ke seluruh wajah.
  3. Pijat selama antara 30 detik hingga dua menit. Jika Anda memiliki riasan mata, pijat ringan area mata hingga riasan mulai rusak.
  4. Basahi kain flanel bersih dengan air hangat dan peras kelebihannya. Jika menggunakan kain flanel, tutupi wajah Anda dan biarkan sebentar agar uapnya membuka pori-pori Anda. 
  5. Ambil napas dalam-dalam dan biarkan uap dan aroma cleansing balm membuat Anda rileks.
  6. Gunakan kain flanel untuk menyeka cleansing balm dengan gerakan menyapu lembut. Jika Anda telah memakai riasan, Anda mungkin perlu membasahi dan mengulangi langkah ini.
  7. Jika Anda telah memakai SPF atau riasan, atau jika kulit Anda cenderung berminyak dan berjerawat, ingatlah untuk melakukan pembersihan ganda, dengan menindaklanjutinya dengan pembersih berbasis non-minyak.

Cleansing balm sangat membantu membersihkan dan menghidrasi dengan minyak yang membuat kulit Anda memproduksi lebih sedikit minyak dari waktu ke waktu. Kulit berminyak menjadi lebih baik. Kulit kombinasi menjadi lebih seimbang. Kulit normal terasa lembut dan kenyal. Kulit kering terasa kurang kering. Cleansing balm memiliki kombinasi minyak yang tepat untuk menyeimbangkan dan mencerahkan kulit.

Cleansing balm mengandung vitamin A dalam jumlah yang sangat tinggi karena minyak rosehip extra virgin, minyak buah sawit merah dan buckthorn laut. Bahan-bahan ini secara khusus bekerja sangat baik untuk semua jenis kulit. Selain itu, bahan ini mampu membantu meningkatkan cahaya dengan lembut, mengurangi munculnya keriput, menyembuhkan kekeringan, pengelupasan dan kerusakan akibat sinar matahari. Jadi, saatnya Anda mencoba menggunakan cleansing balm.

Kebiasan Sehari-hari Pemicu Peradangan Kulit, Pakai Elocon Krim

elocon krim

Mengalami keluhan gatal-gatal di kulit sampai warna kulit kemerahan ataupun bersisik? Ini menandakan kulit Anda sedang mengalami peradangan. Mengatasinya memakai Elocon Krim dapat menjadi solusi agar peradangan kulit cepat berlalu dan keluhan gatal-gatal sampai perubahan tekstur kulit lekas menghilang. 

Peradangan pada kulit sendiri disebabkan oleh kondisi kulit kering ekstrem. Penyebab alaminya tidak lain dari bertambahnya usia Anda. Di mana semakin tua usia seseorang, produksi minyak alami dari tubuh pun kian minim. Namun selain itu, banyak kebiasaan sehari-hari yang ternyata juga dengan mudah memicu kondisi kulit kering yang berujung pada peradangan. 

Ini dia berbagai kebiasaan sehari-hari yang rentan membuat kulit kering dan meradang. Jika Anda masih terbiasa melakukannya, segera kurangi kebiasaan-biasaan di bawah ini agar tidak perlu terlalu sering memakai Elocon Krim untuk meredakan peradangan kulit. 

Terlalu Sering Cuci Tangan 

Mencuci tangan sebenarnya merupakan bagian pola hidup sehat yang perlu dilakukan, apalagi di masa pandemi seperti sekarang. Namun, tidak bisa dimungkiri kebiasaan mencuci tangan memakai sabun antibakteri akan membuat Anda lebih kering mengalami masalah kulit kering di area tangan. Untuk menyiasatinya, Anda bisa memakai pelembap setiap kali mencuci tangan. Upayakan pula mengeringkan tangan hanya dengan mengibaskan tangan, tanpa menggunakan pengering maupun kain. 

Berendam Terlalu Lama 

Berendam sebelum tidur memang menyenangkan karena akan membuat otot-otot mengendur sehingga tidur lebih nyenyak. Namun jika terlalu lama, sekujur kulit tubuh Anda bisa rentan kering. Biasakan untuk berendam tidak lebih dari 15 menit tiap kali sesi mandi. 

Mandi Air Panas 

Air panas sangat mudah merenggut kelembapan alami di kulit Anda. Ujung-ujungnya, Anda akan mudah mengalami masalah peradangan kulit dan mesti melakukan pengobatan topikal menggunakan Elocon Krim maupun produk lainnya. Anda bisa mengganti air panas dengan air hangat yang suhunya tidak mencapai 40 derajat Celsius demi kesehatan kulit Anda. 

Tidak Memakai Tabir Surya 

Sinar matahari mengandung ultraviolet yang bisa menyebabkan kulit mengalami kekeringan parah sampai berisiko pada kanker kulit. Namun, masih ada saja orang-orang yang tidak peduli akan fakta ini dan memilih tidak memakai tabir surya setiap kali beraktivitas di luar ruangan. Apakah Anda termasuk di antaranya? Jika iya, mulai ubah kebiasaan tersebut untuk kesehatan kulit Anda. 

Pendingin Udara Sepanjang Hari 

Diam dan beraktivitas di dalam ruangan ber-AC memang terasa nyaman. Namun jika tidak hati-hati, ini akan menimbulkan kekeringan di kulit yang berubah menjadi peradangan jika terlalu lama dibiarkan. Untuk meminimalkan risiko ini, gunakan pelembap ketika berada di ruangan ber-AC. Anda juga perlu keluar sekali-sekali dari ruangan tersebut untuk mendapatkan udara segar yang baik bagi kulit Anda. 

Menolak Buah dan Sayur 

Tidak suka makan buah dan sayur? BIsa jadi ini menjadi penyebab Anda kerap mengalami peradangan kulit dan bergantung pada pemakaian Elocon Krim. Pasalnya, kulit Anda memerlukan banyak vitamin dan mineral untuk mendukung kelembapannya. Di mana sebagian besar vitamin dan mineral tersebut ada dalam sayur dan buah, seperti vitamin C, vitamin A, sampai pada zinc. 

Pemakaian Parfum 

Anda harus tahu, pemakaian parfum setiap hari juga bisa memicu kulit kering. Ini karena kebanyakan produk parfum mengandung alkohol. Coba ganti pewangi tubuh Anda dengan produk yang lebih alami untuk menjaga kelembapan kulit dan menghindarkan diri dari peradangan kulit yang menyebalkan. 

Merokok 

Kebiasaan merokok juga dapat membuat kulit cepat menua dan kering. Peradangan kulit pun menjadi lebih mudah terjadi. Kondisi ini terjadi karena rokok mengandung banyak bahan kimia berbahaya yang merusak sel-sel tubuh Anda, tidak terkecuali di bagian kulit. 

Jangan terus bergantung pada pemakaian Elocon Krim jika tidak terlalu terpaksa. Kini saatnya, Anda mengubah kebiasaan Anda agar lebih ramah terhadap kelembapan kulit.

Daftar Harga Rivanol yang Dijual di Apotek

harga rivanol

Rivanol merupakan cairan antiseptik yang kerap digunakan untuk membersihkan luka baik ringan maupun sedang. Harga Rivanol yang dijual di apotek pun tergolong murah dan mudah ditemukan.

Untuk membersihkan luka, sebaiknya Anda tidak menggunakan alkohol karena bisa memperlambat pemulihan luka. Selain itu, alkohol juga bisa merusak jaringan di sekitar luka.

Apa itu Rivanol?

Rivanol banyak digunakan sebagai pilihan utama untuk membersihkan luka. Cairan antiseptik ini mengandung bahan aktif Ethacridine lactate sebesar 0,1 persen yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan kuman.

Kuman maupun bakteri bisa muncul atau masuk ke dalam luka terbuka dan menyebabkan infeksi yang bisa berujung membahayakan kesehatan. Inilah mengapa kita harus selalu membersihkan luka apapun untuk membantu proses penyembuhan luka lebih cepat dan menghindari adanya risiko infeksi.

Kandungan Ethacridine lactate tak hanya dapat digunakan untuk membersihkan luka, namun juga bisa digunakan untuk mengompres luka yang membengkak, membunuh kuman yang berada di luar tubuh, membantu menyembuhkan dan mengeringkan luka, membersihkan dan menyembuhkan bisul.

Ethacridine lactate juga merupakan jenis larutan antiseptik yang tidak menimbulkan iritasi atau rasa perih berlebihan pada kulit. Sehingga Rivanol aman digunakan untuk luka melepuh, luka bakar, luka bernanah, maupun borok. 

Daftar Harga Rivanol

Harga Rivanol yang dijual di apotek tergolong terjangkau, terlebih lagi Anda dapat menemukan larutan cairan antiseptik ini di sebagian besar apotek maupun toko obat terdekat Anda. 

Rivanol merupakan pilihan terbaik untuk membersihkan luka sekaligus menghambat pertumbuhan kuman dan bakteri di sekitar luka sehingga mencegah terjadinya infeksi. 

Larutan antiseptik Rivanol dijual dalam botol dengan berbagai macam ukuran, tentunya dalam harga yang berbeda. Berikut adalah daftar harga Rivanol terbaru yang dijual di apotek, toko obat, maupun e-commerce terpercaya:

  • Rivanol ukuran 100 ml mulai Rp3.500,- hingga Rp14.200,-
  • Rivanol ukuran  200 ml mulai Rp6.000,- hingga Rp11.000,-
  • Rivanol ukuran  300 ml mulai Rp8.000,- hingga Rp16.000,-

Cara menggunakan Rivanol

Menggunakan Rivanol sebaiknya berhati-hati dan tidak berlebihan. Anda bisa menggunakan Rivanol sebagai ganti dari air mengalir untuk membersihkan luka.

Cukup tuang Rivanol pada kapas atau kasa pembalut steril, kemudian bisa Anda usapkan kepada luka untuk membersihkan maupun membasuh luka. Untuk mengompres luka yang membengkak, Anda bisa menempelkan kasa steril baru setelah membersihkannya dan tahan posisinya dengan plester, sehingga bisa sekaligus membantu mengeringkan luka.

Tidak perlu mengencerkan Rivanol dengan air dan bisa digunakan dua kali dalam sehari untuk pembersihan luka saat penggantian penutup luka. Cairan Ethacridine lactate akan langsung bereaksi setidaknya 30 menit setelah diaplikasikan ke luka.

Penggunaan sebaiknya tidak melebihi 7 hari tanpa anjuran dokter. Rivanol bisa menimbulkan efek samping, periksakan ke dokter jika Anda merasakan efek samping yang sangat kuat atau bahkan tidak muncul efek maupun reaksi sama sekali.

Larutan Rivanol umumnya berwarna kuning, atau bisa menyebabkan kulit, pakaian, dan benda lainnya berubah menjadi kuning. Oleh karena itu, sebaiknya hindari kontak dengan barang-barang yang mudah berubah warna saat menggunakan Rivanol.

Efek samping penggunaan Rivanol

Sangat mungkin terjadi efek samping saat menggunakan Rivanol, yang paling umum terjadi antara lain:

  • gatal-gatal
  • bengkak atau inflamasi
  • ruam di kulit
  • sakit kepala
  • urtikaria

Tidak semua orang dapat mengalami efek samping ini, bahkan ada yang tidak mengalaminya sama sekali. Sangat jarang Rivanol dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit, terutama apabila terpapar sinar matahari langsung.

Bila efek samping yang Anda rasakan tidak kunjung menghilang atau justru memburuk, segera hubungi dokter untuk mengetahui apa penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Penggunaan Rivanol tidak dianjurkan bagi ibu hamil dan menyusui. Belum ada penelitian lebih lanjut dan mendalam tentang apakah Ethacridine lactate dapat membahayakan janin maupun terserap ke dalam ASI dan menimbulkan efek samping pada bayi.

Infeksi yang bisa terjadi

Luka sering kali dibersihkan dengan cara yang tidak tepat atau bahkan tidak dibersihkan sama sekali. Membersihkan luka dengan cara yang salah dapat mengganggu proses penyembuhan dengan merusak jaringan baru yang muncul.

Air mengalir menjadi pembersih luka yang aman dan efektif. Namun larutan antiseptik seperti Rivanol kini lebih banyak dipakai karena memiliki efek yang sangat baik, terutama untuk mencegah bakteri masuk ke dalam luka dan menimbulkan infeksi.

Berbagai macam jenis bakteri umumnya terdapat di permukaan kulit. Pada luka terbuka, risiko masuknya bakteri ini ke dalam jaringan kulit yang lebih dalam tentu meningkat.

Untuk mengenali apakah luka yang Anda alami mengalami infeksi, kenali gejala maupun tanda berikut ini:

  • kulit terasa hangat atau membengkak di sekitar luka
  • nyeri yang semakin parah
  • cairan bening atau nanah keluar dari luka
  • bisul
  • demam
  • kelenjar limfe membengkak

Berbagai infeksi bisa muncul setelah masuknya bakteri ke dalam luka, namun yang paling sering terjadi antara lain:

1. Infeksi bakteri Staph

Bakteri Staphylococcus sering ditemukan di kulit dan di dalam hidung, umumnya tidak menyebabkan penyakit. Namun jika masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka bisa menyebabkan infeksi menular dan bahkan menyerang beberapa organ tubuh.

2. Tetanus

Bakteri Clostridium tetani (C. tetani) yang berasal dari tanah, debu, atau benda dari besi dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka di kulit dan menyebabkan infeksi yang disebut tetanus. Tetanus bisa menyebabkan kejang otot yang sangat menyakitkan di bagian leher dan rahang, terutama luka yang disebabkan tusukan oleh benda tajam dari besi.

3. Necrotizing fasciitis

Necrotizing fasciitis adalah jenis infeksi bakteri langka yang dapat membunuh jaringan lunak kulit, disebabkan oleh bakteri Streptococcus Group A. Infeksi ini bisa muncul dan menyebar dengan cepat, serta membutuhkan penanganan medis segera karena dapat memicu munculnya syok keracunan, sepsis, gagal organ, dan bahkan kematian. 

4. Luka kronis

Luka kronis disebabkan oleh berbagai macam infeksi bakteri, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan kondisi kesehatan saat mengalami luka. Umumnya, pasien diabetes dan kanker adalah yang paling berisiko mengalami jenis luka ini. 

Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menangani luka dengan tepat terutama saat membersihkan luka. Jangan remehkan luka terbuka ringan yang kecil, karena risiko tersebut tetap ada jika luka terekspos tanpa dibersihkan dengan baik.

Kemudian, jangan terlalu berlebihan membersihkan luka karena khawatir terkena infeksi. Gunakan secukupnya, sebaiknya digunakan hanya dua kali dalam sehari saat hendak mengganti penutup luka.

Air mengalir dan larutan antiseptik seperti Rivanol bisa menjadi pilihan yang tepat untuk membersihkan luka. Selain itu, harga Rivanol juga cukup terjangkau dengan berbagai macam ukuran yang bisa dengan mudah Anda dapatkan di berbagai apotek.