Memasukkan Jari ke Vagina, Aman atau Tidak?

Banyak pasangan mencoba memaksimalkan aktivitas seksual mereka dengan berbagai cara, salah satunya mencoba memasukkan jari ke vagina. Terkadang, aktivitas ini dikenal juga dengan sebutan fingering.

Meskipun fingering bisa memaksimalkan gairah saat bercinta, aktivitas ini juga bisa menyebabkan risiko. Tidak sedikit wanita yang mengalami keluarnya darah dari vagina setelah fingering. Lantas, apakah aman melakukan fingering saat berhubungan seksual?

Risiko yang mungkin terjadi akibat memasukkan jari ke vagina 

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, gerakan fingering memiliki risiko. Bila tidak dilakukan dengan bijak, Anda akan mengalami risiko negatif berupa:

Infeksi kulit

Anda atau pasangan Anda bisa saja memiliki kondisi infeksi kulit yang tidak diketahui. Infeksi ini bisa terjadi ketika kulit jari Anda mengalami luka atau kerusakan. 

Vagina Anda rentan mengalami infeksi apabila jari yang dimasukkan adalah jari yang memiliki luka infeksi. Ini bisa terjadi baik ketika fingering dilakukan oleh pasangan atau oleh Anda sendiri.

Oleh sebab itu, pastikan kondisi kulit jari Anda dalam keadaan bersih dan sehat. Akan lebih aman lagi jika Anda melakukan fingering sambil menggunakan sarung tangan bedah.

Iritasi serviks

Serviks terletak di bagian bawah rahim dan posisinya berubah-ubah selama siklus menstruasi. Ketika posisi vagina menjadi lebih rendah dari rahim di tengah siklus menstruasi, fingering berisiko menyebabkan pendarahan.

Hal ini terjadi karena ketika Anda memasukkan jari ke vagina, vagina menjadi lebih mudah terluka atau tertusuk oleh jari tersebut. Inilah yang akan menyebabkan iritasi serviks.

Ketika iritasi serviks terjadi, Anda akan merasakan gejala berupa sensasi terbakar disertai gatal pada vagina, keputihan yang tidak biasa, nyeri serviks, serta pendarahan ketika fingering.

Selaput dara robek

Selaput dara merupakan jaringan tipis yang membentang di atas pembukaan vagina. Ketika melakukan fingering, selaput dara bisa saja robek atau merenggang.

Ini akan membuat Anda melihat adanya darah yang keluar dari vagina. Ketika selaput dara tersebut robek, pertama-tama Anda mungkin akan merasakan nyeri serta sensasi tidak nyaman. 

Apakah pendarahan saat fingering berbahaya?

Sebenarnya, berbahaya atau tidak tergantung pada penyebab pendarahan tersebut. Dalam beberapa kasus, pendarahan tidak selalu terjadi karena adanya iritasi atau luka setelah memasukkan jari ke vagina. 

Pendarahan bisa juga disebabkan oleh spotting. Spotting adalah kondisi ketika vagina mengeluarkan bercak-bercak darah dalam jumlah kecil di antara waktu menstruasi. Terkadang, spotting bisa juga terjadi ketika Anda atau pasangan melakukan fingering.

Namun, pendarahan yang keluar bukan disebabkan oleh jari yang masuk ke dalam vagina, melainkan karena kondisi spotting tersebut. Kebetulan saja darah dari spotting keluar bertepatan ketika Anda sedang memasukkan jari ke vagina.

Spotting tidak boleh diremehkan, karena ini merupakan kondisi menstruasi yang tidak normal. Jika spotting terus-menerus terjadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda. 

Perhatian saat melakukan fingering

Fingering memang bisa memaksimalkan hubungan seksual Anda dengan pasangan. Akan tetapi, pastikan Anda dan pasangan sama-sama melakukannya dengan cara yang aman dan sehat. 

Jangan sampai, fingering dilakukan secara keliru dan menyebabkan risiko negatif pada Anda atau pasangan Anda. Anda bisa juga berkonsultasi dengan dokter mengenai hal yang harus dilakukan apabila fingering menimbulkan pendarahan serta ketidaknyamanan.

Selama Anda memasukkan jari ke vagina dengan cara yang aman, maka tidak perlu khawatir dengan kemungkinan pendarahan dan risiko negatif lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *