Selain Twin to Twin Transfusion Syndrome, Ini Risiko Hamil Bayi Kembar Lainnya

Setiap kehamilan memiliki risiko tentunya, apalagi kehamilan bayi kembar. Ada berbagai risiko yang mungkin saja terjadi, seperti lahir prematur, diabetes, hingga twin to twin transfusion syndrome (TTTS). Namun, ini bukan berarti membuat Anda terlalu cemas. Kehamilan Anda akan sehat saja jika dirawat dengan baik. 

Apa Saja Risiko Hamil Bayi Kembar yang Mungkin Dialami?

1. Kelahiran prematur

Semakin banyak jumlah bayi yang dikandung, semakin kecil pula kemungkinan hamil cukup bulan. Sekitar 50 persen kasus kelahiran bayi kembar berujung prematur atau hanya 36 minggu kehamilan. 

Penyebab kelahiran prematur ini, yaitu pecah ketuban dini sebelum waktunya. Tubuh bayi biasanya belum berkembang sempurna saat lahir prematur. 

2. Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS)

Hamil bayi kembar berisiko mengalami twin to twin transfusion syndrome ini. TTTS adalah sindrom yang terjadi pada sekitar 10 persen kelahiran bayi kembar yang ada dalam satu kantong rahim. Twin to twin transfusion syndrome ini terjadi pada bayi kembar identik, di mana salah satu bayi mendonorkan darah ke saudara kembarnya dalam kandungan. Sehingga satu bayi akan mengalami kelebihan darah, dan saudaranya akan kekurangan darah.

Kondisi twin to twin transfusion syndrome ini dapat terjadi pada kehamilan kembar identik dengan satu plasenta. Kembar identik sendiri kemungkinan terjadi pada 3-5 dari 1000 kehamilan. TTTS ini pun kondisi yang cukup jarang terjadi, hanya sekitar 5-38 persen dari kehamilan identik satu plasenta.

Hingga kini, penyebab twin to twin transfusion syndrome belum diketahui pasti. Diduga faktor risiko terbesarnya adalah mengalami gangguan pembelahan sel setelah terjadinya pembuahan. 

3. Diabetes kehamilan

Diabetes kehamilan (diabetes gestasional) berisiko dialami oleh ibu yang hamil bayi kembar sebesar 4-10 persen. Untuk mencegahnya, ibu hamil dianjurkan menjaga porsi makan dengan sehat agar penyakit ini terhindari.

4. Berat badan rendah

Lebih dari separuh kelahiran bayi kembar punya berat badan rendah atau kurang dari 2,5 kg. Bayi dengan berat badan rendah akan berpotensi mengalami masalah kesehatan, seperti kehilangan pendengaran dan penglihatan, cacat mental, dan sebagainya.

5. Preeklampsia

Ibu yang hamil bayi kembar cenderung mengalami preeklampsia 2 kali lebih tinggi dibanding kehamilan tunggal. Masalah preeklampsia ini dapat berakibat fatal karena berkaitan dengan tekanan darah tinggi, protein dalam urine, hingga pembengkakan saat hamil. Sebaiknya segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala preeklampsia.

6. Anemia

Anemia atau kurang zat besi memang dialami oleh hampir semua ibu hamil. Tapi, pada ibu yang hamil bayi kembar akan semakin berisiko karena membutuhkan lebih banyak zat besi. Kurangnya zat besi menyebabkan kekurangan sel darah merah, yang bisa memicu terjadinya kelahiran prematur.

7. Pertumbuhaan yang lambat dalam rahim

Risiko hamil bayi kembar selanjutnya adalah pertumbuhan yang lambat dalam rahim (IUGR) Kondisi ini biasanya mulai dialami di usia kehamilan 30-32 minggu.

8. Perdarahan hingga keguguran

Kehamilan bayi kembar juga berisiko mengalami perdarahan sebelum atau selama persalinan. Perdarahan yang parah bisa menjadi pertanda terjadinya VTS, atau kondisi saat satu atau lebih janin mengalami keguguran. 

9. Abruptio plasenta

Abrupsio plasenta merupakan komplikasi kehamilan pada bayi kembar karena kondisi preeklampsia yang semakin memburuk. Hal ini akan berisiko lebih besar terjadi pada kehamilan bayi kembar.

Itulah 9 risiko kehamilan bayi kembar yang mungkin saja terjadi. Tetap jaga kesehatan Anda selama masa kehamilan dan sering periksakan ke dokter kandungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *